
Description:
Tape singkong merupakan makanan hasil fermentasi, makanan fermentasi berpotensi mengandung bakteri baik atau kapang yang dapat berepran sebagai probiotik. Bakteri asam laktat merupakan salah satu bakteri baik yang dihasilkan pada makanan ferementasi yang mampu mengurangi frekuensi terjadinya penyakit diaer, menstimulasi sistem imun, mengendalikan infeksi patogen dan berperan sebagai antibiotik. Karakteristik bakteri asam laktat yang diisolasi dari taape singkong :Bentuk basil, gram positif, katalase positif, dan bersifat mesofilik. Berdasarkan hasil karakteristik morfologi maka isolat BAL diduga genus Pediococcus. Uji antagonis bakteri asam laktat terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan Salmonella typhimurium dilakukan secara in vitro dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji antagonis pada pertumbuhan Escherichia coli Isolat BAL1 dengan zona hambat (3,54 ±0,14) kategori lemah, BAL2 dengan zona hambat (3,98±0,75) kategori lemah, BAL3 dengan zona hambat (2,71±0,15) kategori lemah dan BAL4 dengan zona hambat (5,01±0,94) kategori sedang. Uji antagonis pada pertumbuhan Salmonella typhimurium isolat BAL1 (3,88±1,05) kategori lemah, BAL2 dengan zona hambat (5,29±1,78) kategori sedang, BAL3 dengan zona hambat (4,65±0,63) kategori lemahdan BAL4 dengan zona hambat 6,47±2,49) kategori sedang, pada kontrol (+) digunakan Ciprofloxasin 0,5?ngan zona hambat 24,57±0,30) kategori kuat, sedangkan untuk kontrol (-) digunakan akuades tidak menunjukkan aktivitas antibakteri. Isolat BAL2 dan BAL4 memiliki kemampuan yang sedang dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Salmonella typhimurium.
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/ANNISA_PDF1.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2024
Author:
ALUMNI D3 TLM