
Description:
Anemia merupakan penyakit yang sering terjadi pada masyarakat saat ini, terutama pada ibu hamil dan remaja wanita. Anemia dapat diatasi dengan terapi obat–obatan herbal, antara lain bayam merah dan bayam hijau. Bayam merah dan bayam hijau mengandung ion besi dan vitamin C yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan PCV, namun bayam merah sukar untuk dijumpai dipasaran dan memiliki harga yg lebih tinggi daripada bayam hijau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin dan PCV pada mencit anemia setelah pemberian bayam merah dan bayam hijau Pemeriksaan yang digunakan adalah hemoglobin metode Cyanmeththemoglobin dan PCV metode mikrohematokrit populasi penelitian ini ialah mencit betina sebanyak 40 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok, yakni kelompok normal rata-rata hemoglobin 14.189 gr/dl dan PCV 44%, kelompok anemia rata-rata hemoglobin 9.761 gr/dl dan PCV 33%, kelompok bayam terapi merah rata-rata hemoglobin 11.66 gr/dl dan PCV 37%, dan kelompok terapi bayam hijau rata-rata hemoglobin 11.94 gr/dl dan PCV 39%. Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji SPSS Anova One Way dan dilanjutkan uji lanjutan LSD. Hasil Analisa statistic didapatkan nilai p < 0,05 dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaaan hemoglobin dan PCV yang signifikan antara pemberian bayam merah dan bayam hijau terhadap mencit anemia.
Kata Kunci : Anemia, Bayam Merah, Bayam HIjau, Hemoglobin, Packed Cells
Volume (PCV), Mencit
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/CHOIRUL.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2019
Author:
ALUMNI D4 TLM