Description:
Prevalensi Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) atau yang biasa disebut Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia pertama kali dilaporkan pada tahun 1968 di Kota Jakarta dan Surabaya. Kejadian DBD di Indonesia pada tahun 2020 tergolong tinggi dengan Incidence Rate (IR) sebesar 40/100.000 penduduk dan Case FatalityRate (CFR) sebesar 0,7%. Salah satu penunjang diagnose DHF bisa dilihat dari hasil pemeriksaan trombosit, aktivitas trombosit dapat digambarkan dengan nilai Immature Platelet Fraction (IPF) yang dapat diperiksa dengan alat hematology analyzer. Berdasarkan data diatas peneliti tertarik mengambil judul evaluasi jumlah trombosit dan IPF pada kasus DHF di Persada Hospital. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai trombosit dan IPF serta pada hari keberapa nilai trombosit dan IPF menggambarkan kenaikan pada pasien DHF. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data secara observasi berupa data primer pada 52 pasien menggunakan uji Kolmogorov-smirnov untuk dilakukan uji normalitas dan dilanjutkan dengan korelasi data. Hasil penelitian ini pada 52 pasien didapatkan kesimpulan bahwa trombosit dan IPFmemiliki korelasi atau hubungan yang sedang, dibuktikan dengan angka koefisien korelasi sebesar (-0,445**). Dan didapatkan cut-off IPF pada range 6,55% sampai dengan 7,15% menggambarkan pemulihan trombosit. Trombosit mulai mendekati nilai normal pada hari ke 6, sedangkan IPF pada hari ke 5menuju hari ke 6 bisa menggambarkan kenaikan trombosit, sehingga IPF bisa dijadikan sebagai prekursor nilai trombosit 1-2 hari kedepan.
Kata Kunci : IPF, Trombosit, DHF
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/HARIS_PDF.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2024
Author:
ALUMNI D4 TLM