
Description:
Latar belakang : Asam urat (2,6,8 trioxypurine-C5H4N4O3) adalah senyawa yang dihasilkan secara alamiah sebagai hasil metabolisme purin. Asam urat terbentuk di hati dan sebagian besar dikeluarkan melalui ginjal dalam bentuk urin (65-75%) dan usus (25- 35%). Penundaan sampel di laboraturium sering mengakibatkan sampel serum pada pemeriksaan kadar asam urat tidak bisa diperiksa secara langsung sehingga diharuskan untuk menyimpan sampel serum pada suhu -15? .
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penundaan hasil pemeriksaan kadar asam urat pada sampel serum dengan waktu penundaan 6, dan 12 jam .
Metode : Penelitian yang dilakukan adalah Experimen dengan Post Test With Control. Teknik sampling dilakukan dengan total sampling sebanyak 27 pasien laki-laki diatas usia 40 tahun.
Hasil : Penelitian ini menggunakan uji Kruskal-Wallis merupakan variabel independen berskala kategorik lebih dari 2 kategori , didapatkan (p=0,122 > 0,05)
Kesimpulan : tidak terdapat perbedaan antara kadar asam urat segera dengan penundaan selama 6 jam, dan 12 jam yang disimpan difrezeer suhu -
15? .
Saran : Pemeriksaan sampel kadar asam urat sebaiknya langsung diperiksa.
Kata kunci : Asam urat,Waktu penundaan,serum,freezer, suhu
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/YULIANI_PDF_.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2024
Author:
ALUMNI D3 TLM