
Description:
Pasien diabetes mellitus memiliki resiko 2-5 kali lebih tinggi untuk terinfeksi tuberkulosis dibandingkan tanpa diabetes mellitus. Kadar gula darah menyebabkan proses penyembuhan penyakit menjadi lama. Diperlukan skrining yang tepat dan cepat dalam mendeteksi bakteri tahan asam pada pasien suspek tuberkulosis dengan komorbid diabetes mellitus. Terdapat 2 metode dalam pemeriksaan bakteri tahan asam yaitu metode mikroskopis dan tes cepat molekuler. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pemeriksaan BTA metode mikroskopis dan tes cepat molekuler. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain komparatif. Sampel penelitian sebanyak 24 orang pasien suspek tuberkulosis dengan komorbid diabetes mellitus. Penelitian dilakukan di Puskesmas Banyu Urip Surabaya mulai bulan Desember 2023 – Januari 2024. Instrumen untuk pemeriksaan glukosa darah menggunakan indiko plus clinical chemistry analyzer, untuk pemeriksaan BTA menggunakan mikroskop dan alat GeneXpert. Hasil pemeriksaan BTA menggunakan metode mikskopis didapatkan 7 sampel positif sedangkan menggunakan metode TCM didapatkan sebanyak 11 sampel positif sehingga perbandingan hasil kedua metode adalah 1 : 1,6. Hasil analisa data tidak ditemukan hubungan antara kadar GDP dengan hasil pemeriksaan BTA menggunakan metode mikroskopis dan TCM serta terdapat perbedaan yang signifikan hasil pemeriksaan BTA antara metode mikroskopis dan metode TCM pada pasien suspek tuberkulosis dengan kormorbid diabetes mellitus di Puskesmas Banyu Urip Surabaya.
Kata kunci : pemeriksaan BTA, mikroskopis, tes cepat molekuler, pasien suspek tuberkulosis dengan komorbid DM
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/KOMARIYA_PDF.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2024
Author:
ALUMNI D4 TLM