
Description:
Angkak adalah beras yang difermentasi oleh kapang Monascus purpureus sehingga penampakannya berwarna merah. Angkak diketahui menghasilkan monacolin K atau lovastatin yang mempunyai aktivitas anti hiperkolesterolemia, oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui efektifitas saripati beras angkak terhadap kolesterol darah pada mencit yang terkondisikan hiperkolesterolemia. Hewan coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencit (Mus muscullus) Strain BALB-C betina berumur ± 1 bulan sebanyak 30 mencit dan kemudian dibagi menjadi 3 kelompok yaitu tanpa perlakuan, perlakuan tanpa terapi, dan terapi. Kadar kolesterol darah mencit mengalami kenaikan pada kelompok perlakuan tanpa terapi setelah diberi jeroan/ hati ayam 1cc / hari selama 7 hari dan pada kelompok terapi mengalami penurunan setelah pemberian saripati beras angkak. Dari hasil statistik yang diawali dengan uji normalitas pada data shapiro-wilk didapatkan nilai 0,135 hasil tersebut lebih besar dari P > 0,05 yang berarti terdistribusi normal dan dilanjutkan uji korelasi didapatkan nilai 0,003 hasil tersebut lebih kecil dari dari P < 0,05 yang berarti adanya hubungan terhadap kedua perlakuan, selanjutnya di uji paired t-test untuk mengetahui beda nyata antara perlakuan didapatkan nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 dimana hasil dibawah P < 0,05. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terapi saripati beras angkak mempunyai pengaruh terhadap kadar kolesterol mencil.
KATA KUNCI : Beras angkak, mencit (Mus muscullus), kolesterol darah.
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/DIMAS_AGUNG.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2019
Author:
ALUMNI D3 TLM