
Description:
Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia yang terkonfirmasi masih mengalami peningkatan. Perkembangan COVID-19 bergantung pada interaksi antara SARS-CoV-2 dan sistem kekebalan inang, respons imun yang dipengaruhi oleh genetika (gen HLA), usia, jenis kelamin, status gizi dan status fisik. Olahraga dan aktivitas fisik merupakan upaya yang dapat dilakukan masyarakat dalam membantu menurunkan kasus tersebut. Aktivitas fisik dapat meningkatkan konsentrasi leukosit, hal ini berhubungan dengan sel imun yang ada di pembuluh darah terutama pada jaringan limfoid sekunder seperti hati, limpa, dan paru-paru. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hitung jenis neutrofil, limfosit dan monosit sebagai indikator respons imunitas pada aktivis olahraga dan bukan aktivis olahraga di daerah Sidoarjo. Perhitungan jenis leukosit (differential counting) dilakukan menggunakan metode hapusan darah dengan menggunakan pewarnaan wright yang dihitung dalam 100 sel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif cross sectional. Jumlah sampel berjumlah 15 aktivis olahraga dan 15 bukan aktivis olahraga. Hasil Independent Sample T test pada neutrofil stab diperoleh nilai p=1.000, neutrofil segmen diperoleh nilai p=0.153, limfosit diperoleh nilai p=0,279, monosit diperoleh nilai p=1,000. Keempat hasil uji tersebut menunjukkan nilai signifikansi p>0,05 sehingga tidak diperoleh perbedaan antara nilai neutrofil, limfosit, dan monosit. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa aktivitas olahraga pada populasi sampel penelitian tidak mempengaruhi hasil hitung jenis neutrofil, limfosit dan monosit.
Kata Kunci : differential counting, neutrofil, limfosit, monosit, olahraga
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/bab_1_vivi.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
22-08-2022
Author:
ALUMNI D3 TLM