
Description:
Tuberculosis adalah penyakit menular kronis yang biasanya menyerang paru. Tuberculosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Diagnosa tuberculosis dapat dilakukan dengan cara bakteriologi dan imunologi, secara imunologi dapat menggunakan interferon-gama releasen assay. Hasil pemeriksaan lebih cepat. Sebagai Metode imunodiagnosis infeksi tuberculosis yang baru, saat ini.Interferon-gama releasen assay digunakan secara luas dan berkembang sebagai tes imunodiagnosis yang sensitif, spesifik, dan cepat untuk mendiagnosa adanya infeksi tuberculosis.Karena interferon-gama releasen assay memiliki sensitivitas yang tinggi. Bila hasil negatif, maka kemungkinan infeksi tuberculosis dapat disingkirkan , sehingga pemberian terapi yang tidak perlu dapat dihindari. Rasio limfosit terhadap monosit dengan hasil lebih rendah memprediksi tingkat keparahan tuberculosit. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif observasional dengan data primer, pengambilan data secara cross sectional. Populasi sampel yang diambil sebanyak 30 sampel pasien dengan hasil positif dan 30 sampel pasien normal atau negatif, Hasil review dan analisis didapatkan bahwa rasio limfosit monosit pada pasien dengan hasil interferon-gama releasen assay postif, rasionya lebih rendah dibandingkan dengan pasien normal dengan hasil interferon-gama releasen assay negatif.
Kata Kunci : Tuberculosis, Interferon-Gama Releasen assay, Rasio limfosit Monosit
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/TRIANA_PDF.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2024
Author:
ALUMNI D4 TLM