
Description:
Kanker serviks dapat menyebabkan jaringan mengalami hipoksia akibat dari pembesaran sel tumor. Hal ini menyebabkan kondisi anemia yaitu penurunan kadar hemoglobin dan hematokrit. Saat ini, pengobatan untuk pasien kanker yang dilakukan seperti kemoterapi dan radioterapi. Pengobatan ini bekerja menghambat perkembangan sel kanker, namun dapat menyebabkan tubuh kekurangan sel darah. Untuk itu, pasien kanker serviks yang akan melakukan terapi harus memenuhi kadar hemoglobin dan hematokrit sesuai syarat agar tidak terjadi penurunan kondisi. Tranfusi darah dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kadar hemoglobin dan hematokrit pre dan post melakukan tranfusi darah. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data hasil laboratorium meliputi kadar hemoglobin dan hematokrit pada pasien kanker serviks pre dan post tranfusi di Laboratorium Patologi Klinik RSPAL dr.Ramelan Surabaya pada bulan Desember 2023-Januari 2024. Uji statistik menggunakan uji non parametrik Wicoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan kadar hemoglobin dan hematokrit pada pasien kanker serviks pre dan post tranfusi dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai median kadar hemoglobin dan hematokrit pre tranfusi adalah 9,0 g/dL dan 27%. Rerata kadar hemoglobin dan hematokrit post tranfusi adalah 10,86 g/dL dan 31,95%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tranfusi darah dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan hematokrit pada pasien kanker serviks dengan persentase peningkatan sebesar 21,9?n 15,75?ri kadar pre tranfusi.
Kata Kunci : Kanker serviks, Kadar Hemoglobin, Kadar Hematokrit, Tranfusi darah
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/SILFI_PDF.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2024
Author:
ALUMNI D4 TLM