
Description:
Penyakit infeksi merupakan penyebab utama kematian di dunia terutama daerah tropis. Pengobatan konvensional dan herbal menggunakan tanaman herbal telah ada dan dikenal oleh masyarakat seluruh dunia sejak zaman dahulu. Salah satunya menggunaka daun binahong merah. Daun binahong merah diduga memiliki efektivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapakah besar zona hambat antibakteri ekstrak daun binahong merah pada pertumbuhan bakteri Enterobacter aerogenes. Desain penelitian yaitu eksperimental dengan metode difusi sumuran. Penelitian ini menggunakan bakteri Enterobacter aerogenes dan ekstrak kental daun binahong merah. Data yang diperoleh dianalisis dengan SPSS menggunakan uji normalitas shapiro-wilk dilanjut dengan uji homogenitas kemudian uji one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan pada konsentrasi 20% diameter zona hambat ekstrak daun binahong merah adalah 9,06 mm, pada konsentrasi 40?alah 9,97 mm, pada konsentrasi 60?alah 10,77 mm, pada konsentrasi 80?alah 11,74 mm, pada konsentrasi 100?alah 14,32 mm dan 18,00 mm pada kontrol positif. Kesimpulan pada penelitian ini diketahui pada daun binahong merah (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Enterobacter aerogenes pada konsentrasi 20%, 40%, 60??n 100%.
Kata kunci : Ekstrak Etanol, Daun Binahong Merah, Antibakteri, Enterobacter aerogenes, Metode Sumuran
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/ALIFAH_PDF.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2024
Author:
ALUMNI D3 TLM