Description:
Anemia merupakan masalah yang dihadapi banyak negara baik negara maju maupun berkembang. Di negara maju prevalensi anemia tergolong relative rendah dibanding dengan negara berkembang yang diperkirakan mencapai 90?ri semua individu sebagian besar derajat anemia ialah ringan. Dampak yang ditimbulkan akibat anemia defisiensi besi sangat kompleks. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul akibat berkurangnya penyediaan besi untuk eritropoesis, karena cadangan besi kosong (depleted iron store) yang pada akhirnya mengakibatkan pembentukan hemoglobin berkurang, sering terjadi pada ibu hamil, anak-anak, dewasa dan lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Gambaran kadar Hemoglobin (Hb), Jumlah Eritrosit (RBC), Indeks eritrosit dan Laju endap darah pada penderita suspek anemia defisiensi besi”. Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan sampel darah pasien yang dinyatakan suspek anemia defisiensi. Pemilihan sampel menggunakan metode total sampling yaitu populasi berjumlah 27 orang. Hasil Penelitian menunjukkan dari 27 pasien yang diduga suspek anemia defisiensi besi 100% terjadi Penurunan kadar HB, PCV, Indeks Eritrosit disebut dengan anemia hipokrom mikrositer atau anemia defisiensi besi dan pada pemeriksaan RBC terdapat 21 sampel (78%) jumlahnya normal dan 6 sampel (22%) menurun, sedangkan LED terdapat 19 sampel (70%) hasilnya normal dan 8 sampel (30%) meningkat atau hasilnya tinggi.
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/bab_i_38.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
22-08-2022
Author:
ALUMNI D3 TLM