
Description:
Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) adalah tahap atau kondisi dimana bakteri Mycobacterium tuberculosis menjadi resisten minimal terhadap pemberian rifampisin dan juga insonicotinylhydrazine (INH) dengan atau tanpa Obat Anti Tuberkulosis (OAT) lainnya. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana interpretasi kadar Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) dan C-Reactive Protein (CRP) sebagai penanda inflamasi pada pasien Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode deskriptif observasi secara cross-sectional. Kemudian sampel dalam peneitian ini sebanyak 25 pasien Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB). Adapun hasil pada penelitian ini yaitu hasil SGPT didapat 23 sampel yang normal (92%) dan 2 sampel abnormal (8%), sedangkan pada hasil CRP didapat 17 sampel yang normal (68%) dan 8 sampel abnormal (32%). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kadar SGPT dan CRP pada pasien MDR-TB sebagian besar tidak terjadi peningkatan dan cenderung kebanyakan normal. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya lebih spesifik pada pasien MDR-TB dengan terapi pengobatan >2 tahun.
Kata Kunci : MDR-TB, Inflamasi, SGPT, CRP
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/AMANDA_PDF.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2024
Author:
ALUMNI D4 TLM