
Description:
Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyerang berbagai organ terutama paru-paru. Penyakit ini dapat menular melalui droplet/cairan dahak yang mengandung kuman tuberkulosis yang dikeluarkan oleh penderita TB ke udara terutama saat batuk dan bersin. Tes Cepat Molekuler (TCM) adalah alat diagnosis utama yang digunakan untuk penegakan diagnosis tuberkulosis, baik TB paru maupun TB ekstra paru. Selain TCM ada beberapa parameter lain penanda inflamasi yang bisa dipakai untuk mendeteksi adanya infeksi bakteri, salah satunya yaitu NLR (Neutrofil Limfosit Rasio), NLR merupakan hasil pembagian jumlah neutrofil terhadap jumlah limfosit yang diperoleh dari hasil pemeriksaan darah lengkap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan interpretasi hasil NLR dan hasil TCM pada penderita tuberkulosis di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain observasi analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan November 2021 sampai dengan Februari 2022 dengan 40 sampel pasien tuberkulosis. Interpretasi hasil TCM MTB terdeteksi rifampisin sensitif menunjukkan DNA MTB terdeteksi dan kemungkinan besar sensitif terhadap rifampisin sedangkan hasil TCM MTB terdeteksi rifampisin resistan menunjukkan bahwa DNA MTB terdeteksi dan kemungkinan besar resistan terhadap rifampisin (TB MDR). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa NLR<7>7 persentasenya 40% (16/40 pasien), untuk hasil MTB rifampisin resistan (TB MDR) perbandingannya sama yaitu 5% untuk nilai NLR<7>7 yaitu sebanyak 4 pasien.
Kata Kunci : Tuberkulosis, Tes Cepat Molekuler, Neutrofil Limfosit Rasio
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/VIVIN_PDF.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
22-08-2022
Author:
ALUMNI D4 TLM