
Description:
Kerupuk merupakan makanan pendamping favorit yang sehari-hari nya
dikonsumsi masyarakat dari berbagai kalangan. Akan tetapi masyarakat kurang
mengetahui adanya bahan berbahaya yang seringkali ditambahkan dengan sengaja
oleh produsen kerupuk, misalnya boraks dan pewarna sintetis rhodamin B. Boraks
dan pewarana sintetis Rhodamin B merupakan Bahan Tambahan Pangan
berbahaya yang penggunaannya sudah dilarang oleh pemerintah sejak tahun 1979.
Efek samping penggunaan bahan tambahan makanan tersebut umumnya tidak
langsung dapat dirasakan atau dilihat. Studi Literatur ini bertujuan untuk
menganalisis apakah terdapat persamaan pada jenis sampel kerupuk yang positif
mengandung boraks maupun pewarna rhodamin B. Jenis data yang digunakan
adalah data sekunder. Metode pengumpulan data adalah studi pustaka. Data yang
digunakan berasal dari 8 artikel yang kemudian dianalisis, dan disimpulkan.
Metode yang dapat digunakan untuk analisis boraks ialah dengan uji nyala api,
kertas kurkumin, Spektrofotometri UV-Vis, atau dengan titrasi. Sedangkan untuk
analisis Rhodamin B menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT)
maupun Spektrofotometri. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat persamaan
pada jenis sampel kerupuk yang positif mengandung boraks maupun pewarna
rhodamin B. Berdasarkan studi dapat disimpulkan bahwa rata-rata kerupuk yang
diuji oleh beberapa peneliti mengandung boraks. Sedangkan kerupuk yang
berwarna merah umumnya mengandung pewana sintetis rhodamin B.
Kata Kunci : Kerupuk, Boraks, Rhodamin B, Studi literatur
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/BAB1-550.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
23-08-2021
Author:
ALUMNI D3 TLM