Description:
APTT yaitu jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya faktor – faktor kelainan pembekuan darah pada jalur intrinsik dan jalur bersama. Beberapa rumah sakit sering melakukan rujukan pemeriksaan sehingga menjadi penundaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil dari penundaan plasma sitrat pada suhu kamar selama 4 dan 12 jam untuk pemeriksaan APTT. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu analitik observasional. Penelitian ini menggunakan alat fotometer CA-50 metode Automatik, Menurut westgard berdasarkan CLIA standart eror nilai APTT (TA ± 15%) dengan nilai recovery (85% - 115%) untuk pemeriksaan APTT segera diperiksa dan ditunda 4 jam hasil nilai recovery (102 – 136%) terdapat 12 responden (60%) yang masih masuk dalam range recovery dan terdapat 8 responden (40%) yang keluar dari persyaratan CLIA. Kemudian pada pemeriksaan APTT segera dan ditunda 12 jam keluar dari range recovery, terdapat 2 responden (`10%) yang masih masuk dalam range recovery dan terdapat 18 responden (90%) yang keluar dari persyaratan CLIA. Kemudian pada uji Wilcoxon signed test pada pemeriksaan APTT segera diperiksa dengan ditunda selama 4 jam di dapatkan hasil p = 3.290 (p?0,05) maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara segera diperiksa dengan ditunda 4 jam , pada uji Paired T test APTT segera dan ditunda 12 jam didapatkan hasil p =.000 (p? 0,05) maka terdapat perbedaan yang signifikan antara segera diperiksa dengan ditunda 12 jam. Kesimpulan dari data hasil penelitian tersebut bahwa lama penundaan plasma sitrat dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan APTT.
Kata Kunci: APTT (Activated Partial Thromboplastin Time), plasma sitrat, penundaan
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/BAB1-571.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
23-08-2021
Author:
ALUMNI D3 TLM