Description:
Kasus infeksi hepatitis ini merupakan masalah utama kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Hepatitis ini berlangsung sangat singkat atau akut kemudian sembuh atau bahkan berkembang lagi menjadi menahun (kronis). Anti- HBs merupakan antibody spesifik untuk pemeriksaan HBsAg yang muncul di darah 1-4 bulan setelah terinfeksi virus Hepatitis B. Antibody ini memberikan perlindungan kuat terhadap penyakit hepatitis B. Anti-HBs pada seseorang yang terinfeksi virus hepatitis B timbul pada 1-3 bulan setelah HbsAg menghilang. Metode pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk pemeriksaan Anti HBs ini diantaranya ICT (Immunocromatography), IF (Immunofluoresense), EIA (Enzym Immunosorbent Assay) dan PCR (Polymerase Chain Reaction). Metode IF (Immunofluoresense) hampir sama dengan prinsip kerja dari Immunofluoresens (IF) karena sama-sama melihat terjadinya perubahan warna. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang dilakasanakan pada bulan April-Mei 2021 dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan pemeriksaan Anti HBs metode ICT dan IF pada kasus hepatitis B. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang didapat dari studi pustaka. Berdasarkan keseluruhan hasil data literatur di dapatkan hasil anti HBs metode ICT (Immunokromatografi) non reaktif sebanyak 308 orang sedangkan untuk yang reaktif sebanyak 40 orang. Untuk metode ELISA didapatkan hasil berupa titer antibody rendah, tinggi dan standar.
Kata Kunci: Hepatitis B, Anti HBs, ICT, IF, Studi literature
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/BAB1-577.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
23-08-2021
Author:
ALUMNI D3 TLM