
Description:
Hiperbilirubinemia merupakan kondisi yang biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir biasanya akan terlihat warna kuning pada bagian sklera atau bagian putih pada mata, dan juga pada kulit maupun bagian tubuh lainnya, hal ini disebabkan oleh penimbunan bilirubin yang berlebih dalam darah, lalu untuk mengatasi hal ini akan dilakukan fototerapi dengan sinar ultraviolet yang berfungsi menurunkan kadar bilirubin yang berlebih pada darah untuk itu. Fototerapi diberikan jika kadar bilirubin total > 10 mg/dL. Menurut data yang diperoleh dari Word Health Organization (WHO) kejadian Ikterus neonatrum didunia pada setiap tahunnya kira – kira 3% (3,6 juta) dari 120 juta bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara fototerapi dengan penurunan kadar bilirubin total pada bayi baru lahir di RSIA Fauziah Tulungagung tahun 2023. Penelitian ini menggunkan metode penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang mendapatkan terapi sinar di ruang perinatologi RSIA Fauziah Tulungagung pada bulan November 2022 - Januari 2023 sebanyak 30 sampel. Terdapat hubungan yang signifikan dari fototerapi dengan penurunan kadar bilirubin total pada bayi yang mengalami hiperbilirubin dengan nilai Sig.= 0.561 di RSIA Fauziah Tulungagung tahun 2022 – 2023. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada pemberian fototerapi dengan penurunan kadar bilirubin pada bayi di RISA Fauziah Tulungagung tahun 2022 – 2023.
Kata Kunci : Fototerapi, Hiperbilirubinemia, Bayi Baru Lahir, Bilirubin
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/SELVI_PDF.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
28-08-2023
Author:
ALUMNI D4 TLM