
Description:
Kurma Sukari (Phoenix dactylifera L.) merupakan salah satu jenis kurma premium yang banyak dibudidayakan di area Irak dan Arab Saudi. Radikal bebas dapat disebabkan salah satunya oleh penggunaan antibiotik dengan dosis berlebih. Senyawa antioksidan merupakan senyawa yang dapat menstabilkan radikal bebas didalam tubuh. Kurma yang baik secara kesehatan maupun Islam menjelaskan bahwa banyaknya manfaat pada Buah kurma sukari (Phoenix dactylifera L.) mengandung alkaloid, flavonoid, karbohidrat, vitamin. Yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri, dan antiinflamasi. Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian eksperimental laboratories dengan metode difusi sumuran. Ekstrak kurma sukari dilakukan dengan metode maserasi kemudian dilanjutkan rotary evaporator untuk memisahkan ekstrak kurma sukari dengan pelarutnya. Penelitian kemudian dilanjutkan dengan metode difusi sumuran untuk mendapatkan diameter zona hambat bakteri. Yang bertujuan untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimun (KHM) pada aktivitas antibakteri konsentrasi ekstrak buah kurma sukari ( Phoenix dactylifera L) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Psedomonas aeruginosa. Dari hasil penelitian didapatkan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) didapatkan pada konsentrasi 100% pada bakteri Staphylococcus aureus dengan hasil 33,3 mm, sedangkan pada bakteri Psedomonas aeruginosa didapatkan hasil 9,3 mm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kurma sukari (Phoenix Dactylifera L) lebih efektif untuk menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan konsentrasi hambat minum yang di timbulkan 33,3 mm.
Kata Kunci : Ekstrak Buah Kurma Sukari, Staphylococcus aureus, Psedomonas aeruginosa Daya Hambat, Metode Sumuran.
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/BAB_I_74.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
22-08-2022
Author:
ALUMNI D4 TLM