_001.png)
Description:
Staphylococcus epidermidis merupakan bakteri flora normal yang berhabitat di kulit manusia, saluran pernapasan dan saluran gastrointestinal. Bakteri ini merupakan penyebab dari infeksi nosokomial dan supurasi fokal (abses) yang memberikan hasil tes koagulase negatif. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan bahan desinfektan benzalkonium klorida 1,5?n pine oil 2,5% terhadap Staphylococcus epidermidis, mengetahui nilai koefisien dan pengenceran tertinggi dengan waktu tercepat kedua bahan desinfektan ini dalam membunuh bakteri. Penelitian ini menggunakan metode Koefisien Fenol untuk mengetahui kemampuan suatu desinfektan dalam membunuh Staphylococcus epidermidis. Dalam penelitian ini desinfektan yang digunakan mengandung benzalkonium klorida 1,5?n pine oil 2,5% yang telah diencerkan dimulai pengenceran 1:5 s/d 1:100. Sedangkan fenol dibuat mulai pengenceran 1:70 s/d 1:110. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desinfektan yang mengandung benzalkonium klorida 1,5?n pine oil 2,5% kurang efektif membunuh bakteri Staphylococcus epidermidis. Untuk fenol 5?ya bunuh terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis berada pada pengenceran 1: 70 dalam waktu 21/2 menit dan daya bunuh Staphylococcus epidermidis terhadap desinfektan yang mengandung benzalkonium klorida 1,5?rada pada pengenceran 1 : 5 dalam waktu 21/2 menit sedangkan desinfektan yang mengandung pine oil 2,5?rada pada pengenceran 1 : 30 dalam waktu 21/2 menit. Oleh karena itu didapatkan nilai koefisien fenol benzalkonium klorida 1,5% terhadap Staphylococcus epidermidis adalah 0,07 sedangkan nilai koefisien fenol pine oil 2,5% terhadap Staphylococcus epidermidis adalah 0,43.
Kata kunci : Staphylococcus epidermidis, Benzalkonium klorida 1,5%, Pine Oil
2,5%, Koefisien Fenol
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/3._BAB_I-V_DAPUS.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2019
Author:
ALUMNI D3 TLM