
Description:
Pemeriksaan hitung jumlah trombosit dalam laboratorium dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung yaitu menggunakan alat hematology analyzer dan secara tidak langsung menggunakan sediaan apusan darah tepi. Pada penelitian ini menggunakan tiga cara yaitu trombosit diperiksa menggunakan hapusan darah tepi dengan pembacaan 10 lapang pandang, 1000 eritrosit dengan mikroskop field number 18, dan alat hematology analyzer sebagai gold standart. Pada alat hematology analyzer, masih terdapat kelemahan apabila ada trombosit yang bergerombol (clumping), trombosit besar (giant trombocyt), serta adanya kotoran, pecahan eritrosit, dan pecahan leukosit. Dengan demikian, cross chek menggunakan sediaan apusan darah tepi sangat berarti. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimanakah jumlah trombosit menggunakan hapusan darah tepi pembacaan 10 lapang pandang dan 1000 eritrosit field number 18 dibandingkan dengan alat hematology analyzer. Pada hasil uji statistik didapatkan rata-rata atau mean trombosit pada hematology analyzer 235.480, pada hapusan darah tepi dengan field number 18 pembacaan 10 lapang pandang adalah 246.640, dan pada hapusan darah tepi pembacaan trombosit dengan 1000 eritrosit adalah 252.840, maka dari penelitian jumlah trombosit menggunakan hapusan darah tepi pembacaan 10 lapang pandang dengan field number 18 dan 1000 eritrosit dibandingkan dengan alat hematology analyzer yang mendekati rata-rata gold standart adalah hitung jumlah trombosit dengan pembacaan 10 lapang pandang, berdasarkan uji pebedaan menggunakan uji Anova One Way diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,561 (P>0,05) yang artinya tidak ada perbedaan signifikan antara ketiga cara hitung jumlah trombosit tersebut.
Kata Kunci : Trombosit pada Hapusan Darah Tepi dan Alat Hematology Analyzer
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/AMIRUL.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2019
Author:
ALUMNI D3 TLM