
Description:
Kerbau merupakan hewan ruminansia besar yang tersebar di dunia dan banyak di ternakkan untuk di ambil dagingnya ataupun di pekerjakan. Kerbau di golongkan menjadi kerbau lumpur dan kerbau sungai. Kerbau sama seperti dengan ternak ruminansia lainnya, tidak terlepas dari gangguan berbagai penyakit yang dapat menghambat pengembangan peternakan diantaranya berupa infeksi bakteri, virus dan parasit. Penyakit parasit yang paling merugikan adalah penyakit yang di sebabkan oleh cacing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya telur cacing pada feses kerbau dikecamatan Jatiroto kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode Flotasi (NaCl jenuh) atau pengapungan dengan sampel sebanyak 20 feses, dari 20 sampel feses kerbau yang diperiksa dapat diketahui dari 20 sampel yang positif hanya 1 sampel yang terinfeksi cacing Ascaris Toxocara Vitolorum. Kesimpulannya tidak di temukan cacing Taenia sp dan Triciris sp pada feses kerbau namun di temukan jenis cacing Zoonosis lain yaitu Ascaris Toxocara Vitolorum pada satu sampel, maka dari itu sanitasi , pakan, dan Pemberian obat cacing harus lebih di perhatikan agar tidak dapat menularkan infeksi ke kerbau lain maupun pada peternak.
Kata kunci : Kerbau, metode flotasi, infeksi cacing
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/DAWAM.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2019
Author:
ALUMNI D3 TLM