
Description:
Petis bagi masyarakat Jawa Timur bukanlah bumbu masakan yang asing lagi. Dibalik warnanmya yang hitam, petis memiliki cita rasa khas dan kuat yang banyak disukai orang. Makanan yang menambahkan petis dalam bumbunya saat ini masih mudah untuk dijumpai seperti rujak cingur, tahu campur dan masih banyak lagi yang lainnya. Petis terbuat dari hasil perairan yang umumnya terbuat dari hasil rebusan. Dari berbagai petis yang terjual dipasaran, secara keseluruhan hanya dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu petis yang pembuatanya beradasal dari sari udang pada waktu pengolahan ebi, atau dapat pula sari ikan waktu pembuatan pindang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah angka kapang dan ada tidaknya pertumbuhan kapang pada petis yang dijual didaerah Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Angka Kapang dan Mounting Block. Hasil penelitian menunjukkan didapatkan dari 20 sampel terdapat 4 sampel yang melebihi batas maksimum. Menurut SNI 2009 tentang saus dan produk sejenisnya dengan batas 5 x 10ยน koloni /gr. Kapang yang tumbuh pada sampel petis yaitu Aspergillus flavus, Aspergillus niger, dan Aspergillus fumigatus.
Kata kunci: petis, Aspergillus flavus, Aspergillus niger, Aspergilus Fumigatus
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/NUDYA.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2019
Author:
ALUMNI D3 TLM