
Description:
Sepsis adalah SIRS ditambah infeksi yang dapat menyebabkan kematian. CRP Kuantitatif adalah parameter pemeriksaan laboratorium sebagai deteksi awal terjadinya keradangan atau adanya kerusakan jaringan. Procalcitonin digunakan sebagai penanda spesifik adanya infeksi bakteri yang berat. Meningkatnya jumlah pasien terindikasi sepsis di Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan membuat dokter meminta untuk dilakukan pemeriksaan CRP Kuantitatif dengan metode latex antibodi dan Procalcitonin dengan metode ELFA untuk menegakkan diagnosa ataupun untuk memantau hasil terapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara pemeriksaan CRP Kuantitatif dan Procalcitonin sebagai alternatif pemeriksaan yang cepat, tepat, sensitif dan spesifik untuk diagnosa awal pasien sepsis. Populasi penelitian ini didapatkan dari data pasien terindikasi sepsis yang dirawat di Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan Surabaya yang diperiksakan CRP Kuantitatif dan Procalcitonin sehingga terkumpul data sebanyak 50 data pasien. Pengolahan data menggunakan uji Non-Parametrik yaitu uji korelasi Spearman dengan bantuan program SPSS 16.0. Dari uji Korelasi Spearman didapatkan nilai signifikan ? sebesar 0,003 dimana ? lebih kecil dari < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara pemeriksaan CRP Kuantitatif dengan Procalcitonin. Didapatkan selisih (Delta) dari nilai CRP kuantitatif dan Procalcitonin adalah tidak terdistribusi secara normal dan tidak berkorelasi secara kuat. Hal ini sesuai dengan perhitungan statistik uji korelasi Spearman dengan nilai correlation coefficient sebesar 0,414 yang menunjukkan bahwa hubungannnya sedang.
Kata Kunci : CRP Kuantitatif, procalcitonin, sepsis
URL:
https://repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/SRI.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2019
Author:
ALUMNI D3 TLM